Pendidikan Budaya Energi Dalam Bela Negara

Oleh :

Mario Malem Samosir

G105

 

Kebijakan dan program pemerintah tentang konservasi energi ditujukan untuk menggunakan energi secara efisien. Upaya tersebut dilakukan melalui peralatan hemat energi dan perilaku hemat energi. Pendidikan hemat energi di Indonesia memang belum menyentuh pemahaman mendalam dari masyarakat. Bagi kebanyakan orang, hemat energi hanyalah bertujuan untuk mengurangi tagihan listrik, bukan karena kesadaran yang tumbuh menjadi suatu kebiasaan. Oleh karena itu, perlu adanya kegiatan terpadu berupa konservasi energi untuk mengendalikan konsumsi energi agar tercapai pemanfaatan energi (gambar2) yang efisien dan rasional dengan pendidikan nilai-nilai budaya hemat energi sebagai wujud kesadaran bela negara.

Peraturan Menteri dan Sumber Daya Mineral RI Nomor 14 Tahun 2012 Tentang Manajemen Energi mengatur bahwa pemanfaatan energi oleh pengguna sumber energi dan pengguna energi wajib dilakukan secara hemat dan efisien serta pengguna energi/sumber energi yang mengonsumsi energi lebih besar atau sama dengan 6.000 setara ton minyak per tahun wajib dilakukan konservasi energi melalui manajemen energy.4 Tujuan konservasi energi untuk menentukan cara yang terbaik dalam mengurangi penggunaan energi per satuan output (produk) dan mengurangi biaya operasi (biaya produksi). Pentingnya konservasi energi5 disebabkan:

a.       Kurangnya awareness konsumen terhadap efisiensi energi.

b.      Kompleksitas peralatan pengguna energi (di industri/komersial).

c.       Prosedur pemeriksaan energi lebih efektif dan komprehensif.

d.      Identifikasi penghematan energi dapat dilakukan secara cermat

e.       Accountability terhadap pengelolaan energi lebih baik

f.       Kuantifikasi didalam program penurunan beban lebih akurat g. Program pengurangan/manajemen beban lebih terarah negara.

UU No 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara Republik Indonesia mengatur tata cara penyelenggaraan pertahanan negara yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) maupun oleh seluruh komponen bangsa.

Upaya melibatkan seluruh komponen bangsa dalam penyelenggaraan pertahanan negara itu antara lain dilakukan melalui Pendidikan Pendahuluan Bela Negara . Pembinaan kesadaran bela negara perlu dilakukan untuk memperkuat pertahanan suatu negara. Hal ini penting mengingat kesadaran bela negara bukanlah bawaan sejak lahir, namun perlu pembinaan sejak usia dini hingga dewasa guna membangun dan mengembangkan karakter bangsa Indonesia yang cinta tanah air, rela berkorban demi negara dan bangsa, meyakini Pancasila sebagai ideologi negara, memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara serta memiliki kemampuan awal bela negara baik secara fisik maupun psikis9 . Pembinaan kesadaran bela negara secara efektif dapat diterapkan di lingkungan pendidikan. Pembinaan ini dilaksanakan secara simultan, terpadu dan menyeluruh serta berlanjut untuk mencapai sasaran target yang diharapkan, berupa sasaran psikis (cerdas, kritis, kreatif, proaktif, disiplin, pantang menyerah dan memiliki rasa bangga sebagai warga negara) dan sasaran fisik Setiap individu yang memiliki kesadaran bela negara akan mendukung upaya sistematis, terencana, terpadu untuk melestarikan sumber daya energi dalam negeri serta meningkatkan efisiensi pemanfaatannya melalui tindakan hemat energi yang merupakan bagian dari konservasi energi di dunia pendidikan.

`           Pendidikan budaya hemat energi dapat dikembangkan melalui kerjasama kementerian (Ristekdikti, Menhan, ESDM)dalam mengajak lembagalembaga pemerintahan, pendidikan dan kemasyarakatan melalui kesadaran bela negara melalui aksi Green Team. Aksi ini merupakan program perubahan perilaku agar lebih mencintai Indonesia melalui peranan dan sikap efisien di lingkungan sekitar, dalam upaya peningkatan efisiensi dan konservasi di berbagai sektor pengguna energi final, seperti sektor rumah tangga, komersil, industri dan transportasi, sehingga tercipta perubahan perilaku budaya hemat energi secara berkelanjutan. Pemerintah melalui kementerian ESDM menyediakan fasilitas jasa pelayanan Energy Efficiency and Conservation Clearing House Indonesia (EECCHI) yakni Energy Saving with Changing Behavior (SWITCH) Behavior, melalui 6 langkah kegiatan:

1.      Mendapatkan dukungan dan komitmen pelaksanaan hemat energi;

2.      Mengidentifikasi situasi kebutuhan energi yang banyak digunakan;

3.      Perencanaan program hemat energi;

4.      Penerapan program hemat energi;

5.      Evaluasi hasil program hemat energi serta keberlanjutan budaya hemat energi dalam organisasi.

Kesempatan membangun semangat bela negara dalam memperjuangkan keberlanjutan energi masa depan melalui kesadaran hemat, bijak dan cerdas dalam penerapan pendidikan nilai-nilai budaya hemat energi bagi semua civitas akademika pendidikan. Baik pengajar (tenaga pendidik) maupun para murid-muridnya (tenaga terdidik) serta penerapan konsep penerapan silabus pendidikan berupa mata pelajaran unggulan yakni green education dalam konservasi dan penghematan energi. Para pengajar di bidang pendidikan akan diberikan dukungan dan komitmen oleh EECCHI berupa materi pelatihan (training), workshop, buku panduan dan tantangan kompetisi hemat energi antar sekolah, pemberian penghargaan atas sekolah yang berhasil memiliki civitas akademika yang bertindak bijak, cerdas, hemat energi dengan efisiensi energi, sehingga dapat menerapkan metode pembelajaran nilai-nilai budaya hemat

Comments